free hit counter code

Bagaimana caranya listrik bisa sampai ke rumah

Jalannya listrik dari pembangkit hingga samapai ke konsumen

Listrik merupakan salah satu komponen penting yang harus ada dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Apalagi di zaman sekarang, hampir semua serba menggunakan alat dan teknologi yang membutuhkan listrik sebagai energi untuk mengoperasikannya. contohnya saja seperti smartphone yang biasa kita gunakan.

Awalnya listrik sudah menjadi sebuah fenomena sejak zaman Yunani kuno. pada saat itu seorang cendekiawan yang bernama Tesla menemukan sebuah fenomena unik ketika batu ampar yang digosok-gosok ternyata mampu menarik sehelai bulu.

Dengan teori itu, munculah ilmuwan-ilmuwan yang mempelajari tentang listrik. dan pastinya
kalian sudah tak asing lagi kan siapa penemunya…

Nama-nama ilmuan itu sering disebut saat kita belajar sains dibangku sekolah dasar, hingga sampai perguruan tinggi nama ilmuan tersebut masih selalu menjadi topik hangat untuk memulai mata kuliah fisika.

Salah satu penemu yang di juluki dengan bapak listrik ialah Michael faraday adalah seorang ilmuwan asal Inggris yang berkontribusi untuk mempelajari elektromagnetisme dan elektrokimia. penemuan utamanya meliputi prinsip-prinsip yang mendasari induksi elektromagnetik, diamagnetisme dan elektrolisis. Hasil karya bapak listrik ini adalah tentang listrik dan magnet

Seiring perkembangan zaman teknologi dan kecerdasan buatan manusia sekarang listrik dapat di buat menggunakanan pembangkit listrik. Pembangkit listrik itu sendiri adalah alat yang mampu memproduksi listrik sekala besar. alat utamanya adalah generator. Generator merupakan mesin berputar mengubah energi mekanik menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip kerja medan magnet dan penghantar listrik.

Beberapa jenis pembangkit listrik yang digunakan untuk memproduksi listrik dalam skala besar contohnya seperti:

  1. PLTD: Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
  2. PLTA: Pembangkit Listrik Tenaga Air
  3. PLTU:Pembangkit Listrik Tenaga Uap
  4. PLTG: Pembangkit Listrik Tenaga Gas
  5. PLTGU: Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap
  6. PLTP: Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi
  7. PLTS: Pembangkit Listrik Tenaga Surya
  8. PLTN: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
  9. PLTMG: Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas
BACA JUGA :  Cara Memperbaiki Hp Lenovo K Lemot, Macet & Bootloop

Listrik yang sampai ke rumah-rumah kita, berasal dari berbagai macam pembangkit, di Indonesia sendiri pembangkit yang sering digunakan adalah PLTA dan PLTU.

Dari berbagai pembangkit yang telah disebutkan tadi kemudian hasil listrik akan disalurkan di beberapa komponen jaringan hingga akhirnya sampai kepada konsumen. Namun karena jaraknya yang sangat jauh maka pembangkit harus melewati beberapa proses terlebih dahulu sebelum digunakan oleh konsumen.

Sebab apabila pembangkit mengeluarkan listrik kemudian langsung disambungkan ke rumah tanpa ada proses penurunan tegangan, yang ada rumah kita bisa terbakar, contohnya saja seperti kita akan mengecas smartphone yang biasa kita gunakan. Karena tegangan yang dihasilkan pembangkit sangat tinggi sehingga arus yang masuk ke smartphone tidak mampu menerimanya.

Alur jalannya listrik dari pembangkit hingga sampai ke konsumen

1. Tegangan Listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik utama, adalah berkisar antara 6.000Volt (6KV)- 24.000 Volt(24KV). Kemudian tegangan listrik tadi dialirkan ke sebuah Transformer (trafo step up) kemudian tegangan dinaikkan menjadi di 70 KV dan 150 KV atau sampai dengan tegangan ekstra tinggi hingga 500 KV. Penaikan tegangan ini bertujuan untuk mengurangi kerugian akibat hambatan pada kawat penghantar selama proses transmisi

2. Tegangan yang sudah dinaikkan tadi kemudian akan disalurkan melalui transmisi saluran udara tegangan tinggi atau yang biasa disebut dengan kabel SUTET

3. Dari kabel sutet transmisi tegangan listrik tadi akan disalurkan ke gardu induk atau yang biasa disebut dengan GI. digardu induk inilah nantinya tegangan akan diturunkan menjadi 20 kV melalui berbagai proses yang cukup ribet untuk di jelaskan secara mendetail. digardu induk ini tegangan 20 KV akan dicabangkan ke seluruh area konsumen (feeder) yang akan menggunakan listrik melalui transmisi saluran kabel atau biasanya disebut dengan SUTM yaitu saluran udara tegangan menengah.

BACA JUGA :  Cara Kembalikan History Google Chrome Yang Terhapus Di Android

4. Belum cukup di proses itu saja arus listrik tidak bisa langsung digunakan, karena arus 20kv akan disalurkan ke gardu distribusi. gardu distribusi ya contohnya seperti yang bisa kita lihat di beberapa tiang listrik yang memiliki tiga kabel dan ada satu atau dua tiang yang memiliki gardu. contohnya seperti gambar dibawah ini:

5. Kemudian tugas dari gardu distribusi adalah menurunkan voltasenya dari 20 KV menjadi 380/220 volt. lalu kabel yang keluar dari gardu distribusi akan disalurkan melalui kabel jaringan saluran udara tegangan rendah atau singkatnya SUTR

6. Nah dari kabel SUTR ini lah pelanggan mendapatkan listrik. Bisa digunakan untuk rumah, toko, kemudian sekolah, dan lain-lainnya.

Kalau masih belum mengerti bagaimana jalannya alur listrik dari pembangkit hingga sampai ke konsumen simak video di bawah ini hingga selesai dan jangan lupa like comment dan subscribe untuk membantu channel nya agar terus menyajikan konten konten menarik dan bermanfaat.

Demikianlah artikel yang membahas tentang bagaimana caranya pembangkit listrik menyalurkan arus hingga sampai ke rumah atau pelanggan listrik, semoga artikel ini bermanfaat Terima kasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *